Jumat, 23 September 2016

Penyakit Melalui Limbah Cair

1.      Penyakit Akibat Mikroorganisme Melalui Limbah Cair
  Air yang telah tercemar akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan karena mudah menjadi media berkembangnya berbagai macam penyakit.
Berikut ini berbagai jenis penyakit yang dapat ditimbulkan oleh limbah cair.
Jenis Mikroba
Penyakit
Gejala
VIRUS
Virus Hepatitis A



Virus Polio

Hepatitis A



Poliomyelitis

Demam, sakit kepala, sakit perut, kehilangan selera makan, pembengkakan hati sehingga tubuh menjadi kuning

Tenggorokan sakit, demam, diare, sakit pada tungkai dan punggung, kelumpuhan dan kemunduran fungsi otot
BAKTERI
Vibrio Cholerae



Escherichia coli
(strain patogen)


Salmonella typhi


Shigella dysentriae

Kolera



Diare



Tifus


Disentri

Diare yang sangat parah, muntah-muntah, kehilangan cairan sangat banyak sehingga menyebabkan kejang dan lemas.

Buang air besar berkali-kali dalam sehari, kotoran encer (mengandung banyak air), terkadang diikuti rasa mulas atau sakit perut.
Sakit kepala, demam, diare, muntah-muntah, peradangan dan pendarahan usus.
Infeksi usus besar, diare, kotoran mengandung lendir dan darah, sakit perut
PROTOZOA
Entamoeba histolytica

Balantidium coli

Giardia lamblia

Disentri amuba
Balantidiasis

Giardiasis

(sama seperti disentri oleh bakteri)

Peradangan usus, diare berdarah

Diare, sakit perut, terbentuk gas dalam perut, bersendawa, kelelahan
METAZOA
(Cacing Parasit)
Ascaris lumbricoides
(cacing gelang)

Taenia saginata
(cacing pita)

Schistosoma sp.
(cacing pipih)


Ascariasis


Taeniasis


schistosomiasis


Demam, sakit perut yang parah, malabsorbsi, muntah-muntah, kelelahan.

Gangguan pencernaan, rasa mual, kehilangan berat badan, rasa gatal di anus

Gangguan pada hati dan kantung kemih sehingga terdapat darah dalam urin, diare, tubuh lemas, sakit perut yang terjadi berulang-ulang.

2.      Penyakit Akibat Logam Berat Melalui Limbah Cair

a.      Kadnium (Cd)
Kadnium adalah logam berat yang banyak digunakan pada industri  pipa PVC, pembuatan karet, dan pabrik kaca. 
Logam Cd dapat terserap tubuh manusia dan akan terakumulasi atau terkumpul di organ-organ tubuh terutama di ginjal dan hati.  Hanya sebagian kecil dari logam ini yang dapat terbuang melalui pencernaan.
Keracunan kadnium dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi dan dapat menyebabkan gagal jantung.  Keracunan kadnium juga dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal dan hati, pelunakan tulang sehingga tulang-tulang punggung terasa nyeri.
b.      Kobalt (Co)
Logam kobalt banyak digunakan dalam industri sebagai bahan campuran untuk pembuatan mesin pesawat, magnt, alat pemotong atau penggiling, serta untuk pewarna kaca, keramik, dan cat.
Pada manusia, Co dibutuhkan sedikit dalam proses pembentukan sel darah merah dan diperoleh melalui vitamin B12.
Keracunan kobalt dapat terjadi apabila tubuh menerima kobalt dalam konsentrasi tinggi (150 ppm atau lebih). Kobalt dalam jumlah banyak dalam tubuh manusia akan merusak kelenjar tiroid (gondok) sehingga penderita akan kekurangna hormaon yang dihasilkan oleh kelenjar tersebut.  Kobalt juga dapat menyebabkan gagal jantung dan edema (pembengkakan jaringan akibat akumulasi cairan dalam sel).
c.       Merkuri (Hg)
Merkuri banyak digunakan dalam proses industri pembuatan klorin, juga terdapat pada baterai, cat, plastik, termometer, lampu tabung, kosmetik dan hasil pembakaran batu bara.
Logam merkuri sifatnya terakumulas dalam tubuh makhluk hidup.  Tubuh manusia menerima merkuri terutama dari konsumsi hewan-hewan air yang telah tercemar merkuri. 
Efek merkuri, pada wanita hamil dapat menyebabkan janin menjadi cacat mental.  Tubuh yang terpapar merkuri dalam jangka waktu lama dapat mengalami kerusaka ginjal, saraf dan jantung.  Pada konsentrasi rendah merkuri dapat menimbulkan sakit kepala, depresi, dan perubahan perilaku.
d.      Timbal (Pb)
Pencemaran air oleh logam Pb dapat berasal dari berbagai sumber, seperti rembesan dari sampah kaleng yang mengandung timbal, cat yang mengandung itimbal, bahan bakar bertimbal, pestisida, korosi pipa-pipa yang mengandung timbal. 
Logam timbal dengan konsentrasi > 15 mg/dl dalam darah berbahaya bagi kesehatan. 
1)       Pada wanita hamil keracunan Pb dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur dan kematian janin. 
2)      Pada anak-anak timbal dapat menyebabkan cacat mental dan gangguan fisik. 
3)      Pada orang dewasa keracunan timbal meningkatkan resiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi).
e.       Senyawa organik berklorin
Contoh senyawa organik berklorin adalah dikloro-difenil-trikloroetana (DDT), aldrin, heptaklor, dan klordan yang banyak digunakan sebagai pestisida. Selain pestisida, senyawa kimia industri juga ada yang merupakan senyawa organik berklorin, contohnya poliklorinasi bifenil (PCB) dan dioksin.
Senyawa organik berklorin sifatnya persisten di alam dan terakumulasi dalam tubuh.  Senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan organ terutama hati dan ginjal, serta dapat menimbulkan kanker.
Beberapa senyawa organik berklorin , seperti DDT dan PCB dapat mengalami magnifikasi biologi saat memasuki rantai makanan.


Sumber     :  http://ratih-fauziah.blogspot.co.id/2015/10/penanganan-limbah-cair.html (di akses pada tggl 19 maret 2015 pukul 13.00 WITA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar